Srikandi Bangsa
EMANISIPASI WANITA DALAM DUNIA POLITIKcalon pemimpin wanita dalam pemilukada 2018
Tidak pernah bisa lepas dalam ketertarikan dunia politik dalam setiap tulisan yang saya buat
semua berandil atas situasi bangsa dan negara saat ini yang perlu membuahkan suatu karya dalam setiap langkah.
Sorot tan saya tetap pada Pemilukada yang akan dilangsungkan pada tahun ini ,gempita mewarnai beberapa agenda dan persaingan politik antara daerah satu dengan lainnya dan kepentingan satu dengan kepentingan lainnya.
Lebih dalam saya melihat antara calon yang akan berkompetisi merebutkan suara rakyat di pesta demokrasi ini,semua nya tidak pernah lepas dari cerita dan sejarah perjuangan bangsa.
Sosok pahlawan nasional yang terkenal di Indonesia atas jasa nya memperjuangkan emanisipasi wanita pada zaman kolonialisme lalu lahir lah RA Kartini dan di abad milinium ini apa yang di cita citakan oleh beliau berhasil terwujud dan sudah berlalu atas cerita masa lalu.
Dari sekian banyak calon pasangan pemilu yang ada tidak sedikit para wanita atau srikandi bangsa pun hadir tentunya dengan kualitas dan kuantitas yang sudah pada taraf perhitungan atas kemampuan yang mereka miliki.
Dan sudah banyak pemimpin waita di dunia ini yang berhasil dan sukses memimpin suatu ,daerah atau pun kota yang berorientasi pada pembangunan masyarakat yang maju.
Kita bisa lihat sosok walikota Surabaya ,perdana mentri Jerman dan lain sebagai nya,
beliau beliau ini telah membuktikan kelayakan pada titik tertinggii system pemerintahan ,ini lah yang di namakan emanisipasi wanita.
Wanita pada hakikat nya adalah sosok lembut nan penyabar tapi itu semua berubah seiring perkembangan zaman membuktikan segala pada waktu yang berlalu dan datang.
Titik ini menjadi sarana saya menuliskan lahgi argumen saya pribadi,
konsep saya dalam menyikapi fenomena ini adalah keagamaan.
bukan menjadi deskriminasi, tapi berkaca pada teori akhlak yang kita sebagai umat beragama memiliki nya
dari mana perbincangan berada pada saat dahulu tentang emanisipasi wanita adalah sebuah keinginan agar wanita memiliki tingkatan dan kesamaan atas pria dalam segala bidang.
Tapi anggapan saya tetap mengisi pada logika,sekarang suatu sistem pememrintahan dibuat adalah pada tujuan perlindungan pada rakyat agar senantiasa aman dan sehjahtera ,maka dari itu sosok pemmpin dalam agama islam tetap harus sosok pria, dalam tatanan internal keluarga kecil sendiri kepala keluarga tetap lah sosok pria.
yahhh
sungguh banyak unsur dan problem ,mengisi hingga akhirnya ini semua terjadi.
Lalu kenapa ini berkelanjutan, jelas oriantasi nya adakah hasil dan manfaat
jika melihat pemimpin yang berhasil contoh di surabaya maka rakyat pun tidak segan memilih sosok wanita sebagai pempin mereka,
karna ketegasan di padukan dengan kelembutan dan kesabaran ini adalah menjadi kesatuan yang kuat dalam teori kepempinan.
sudah waktunya untuk move on dari gempita opini dan paradigma penuh pesismis yang sering membuat kita maju mundur ga karuan.
apa pun yang terjadi bangsa ini sudah besar dengan alam nya sekarang berusaha memperbesar kan menjaya kan para masyarakat nya .
pemimpin tidak terlihat dari jenis kelamin ras golongan atau suku budaya nya tapi pada orientasi dan visi misi serta praktek yang nyata dan efektif
mudah mudahan keragam an pola pememipin di bangsa ini bisa menjadi awal kebangkitan bangsa ini selaras bersama srikandi srikandi wanita yang kuat lembut dan pantang menyerah.
sekian,
0 comments:
Post a Comment